Menengok Indahnya Wisata di Batas Timur Pulau Timor Unikaneh.com - Quote: 
Kabupaten Belu [beserta Kabupaten Malaka -pemekaran tahun 2012], adalah kabupaten paling timur di Pulau Timor yang berbatasan langsung dengan negara Timor Leste.
Seperti daerah lain di Indonesia, daerah perbatasan identik dengan ketertinggalan. Tetapi dibalik semua itu Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka memiliki potensi wisata yang menarik untuk dikunjungi.
Berikut adalah beberapa obyek wisata yang ada di Kabupaten Belu dan Kabupaten Malaka:



Quote:Quote:Pantai Pasir Putih
Quote: Jarak dari kota Atambua ± 24 km kearah utara, terletak di jalur utama Atambua - Timor Leste.
Di pantai ini pengunjung dapat berekreasi, mandi, berenang sambil menikmati suasana alam pantai yang tenang dan indah dengan pasirnya yang berwarna putih.
Quote:Quote:Pantai Motadikin Quote: Berjarak sekitar 70 km arah selatan kota Atambua, dapat ditempuh dalam waktu 2 jam menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Selain menggunakan kendaraan pribadi, bisa juga menggunakan fasilitas kendaraan umum, yaitu bus jurusan Atambua-Betun yang dapat jumpai di Terminal Bus Luar Kota Atambua. Setelah tiba di kota Betun, dapat melanjutkan perjalanan mengunakan ojek atau angkutan umum setempat menuju lokasi pantai. Jarak pantai dari kota Betun sekitar 10 km.
Terkenal dengan hamparan pasir putih, tingginya gulungan ombak, dan sunrise. Di lokasi pantai disediakan rumah-rumah payung mungil sebagai tempat beristirahat bagi pengunjung.
Quote:Quote:Teluk Gurita Quote: Teluk Gurita merupakan salah satu obyek wisata yang terletak di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Atau berjarak sekitar 20 kilometer dari pusat kota Atambua. Di Teluk Gurita ini kita bisa menemui pemandangan alam yang cantik yang dipadu dengan perairan teluk yang tenang dan jernih.
Jika mengunjungi Teluk Gurita jangan lupa untuk mencicipi jagung bakar dan akar bilan yang dijual oleh penduduk yang tinggal di sekitar teluk. Akar bilang merupakan makanan khas Belu yang terbuat dari sagu dan berbentuk lempengan.
Quote:Quote:Teluk Hasan Maubesi dan Gunung Lumpur Masin Lulik Quote: Teluk Hasan Maubesi merupakan tempat mendaratnya pendatang dari Yunan dan kemudian pendatang-pendatang ini menjadi nenek moyang orang Belu Selatan. Bahkan dari timbul penguasa tunggal Maromak Oan di Kerajaan Wesei Wehali yang sangat tersohor di Nusa Tenggara Timur ini.
Sedangkan Masin Lulik merupakan fenomena gunung lumpur (mud volcano) yang terletak di dalam kompleks hutan lindung Hasan Maubesi. Masin Lulik adalah fenomena gunung lumpur yang menjadi tiga bukit dan mengandung minyak bumi. Tercium bau minyak di sekeliling lokasi. Kepercayaan orang Belu Selatan, tempat ini merupakan tujuan perjalanan bagi jiwa-jiwa orang yang telah meninggal. Masin Lulik dapat disebut juga Foho Oan Tolus. Quote:Quote:Kolam Susuk Quote: Di tahun 1971, personil Grup Band Koes Plus, Yon Koeswoyo cs, pernah melakukan perjalan dari Timor Barat ke Timor Timur. Di tengah jalan, mereka terkesima melihat sebuah kolam yang indah dipenuhi ikan bandeng.
Meraka kemudian berhenti sejenak dan menikmati kolam yang dikenal dengan nama Kolam Susuk yang artinya Sarang Nyamuk itu. Dari situlah asal muasal tembang lagu berjudul "Kolam Susu".
Wisata Kolam Susuk terletak di Desa Dualaus, Kecamatan Kakuluk Mesak, jarak dari kota Atambua 25 Km.
Kolam Susuk merupakan tempat wisata berupa kolam tambak ikan bandeng. Masa-masa panen bandeng adalah puncak arus wisatawan. Biasanya ada ritual adat sebelum proses panen dimulai. Yang ajaib, setelah upacara adat itu, ikan-ikan berlompatan dari dalam kolam.
Quote:Quote:Panorama Fulan Fehan Quote: Panorama Fulan Fehan terletak di Kecamatan Lamaknen desa Dirun, Jarak dari kota Atambua 41 Km dengan lama perjalanan 1 jam menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat.
Potensi yang dimiliki Panorama Fulan Fehan adalah banyak terdapat kuda yang bebas berkeliaran, pohon kaktus yang tumbuh subur dan hamparan padang sabana yang luasnya tak terjangkau oleh mata. Quote:Quote:Rumah Adat Kewar Quote:Kampung Adat Kewar secara Administratif berada di Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen. Berjarak kurang lebih 45 KM sebelah Timur dari pusat Kota Atambua. Dan bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda 2 atau roda 4 selama 1 jam perjalanan. Obyek ini sudah dalam perlindungan UU No. 5 Tahun 1992 Tentang Benda Cagar Budaya.
Kampung Adat Kewar merupakan Tempat yang penting bagi orang Bunag; (Mara'E), karena merupakan tempat bertahtanya Loro Lamaknen sebagai pemimpin tertinggi mereka.
Sedangkan, Rumah Adat Kewar terdapat diatas sebuah puncak bukit yang memiliki udara yang sangat sejuk. Rumah adat besar ini dikelilingi oleh rumah adat kecil lainnya.
Memasuki kompleks rumah adat ini sepertinya terbawa kembali ke masa dulu dimana terdapat bangunan-bangunan megalitik yang terdapat di tengah-tengah perkampungan. Bangunan-bangunan megalitik tersebut berupa ksadan, yang di dalamnya terdapat tempat duduk raja, dan tempat duduk pemangku jabatan adat serta tempat duduk rakyat yang semuanya terbuat dari batu. Selain itu terdapat banyak tempat sesaji ( menhir )dari setiap suku yang mengelilingi ksadan tersebut.
Selain keindahan peninggalan budaya leluhur orang Kewar, dari atas puncak bukit yang berudara sejuk ini kita dapat melihat daerah-daerah yang termasuk dalam wilayah Timor Leste.
Quote:Quote:Pintu Batas Indonesia - Timor Leste Quote:Terletak di Motaain, kawasan ini merupakan salah satu kawasan perbatasan resmi yang memisahkan negara Indonesia dengan Timor Leste.
Jika berada di kawasan ini, baik orang Indonesia maupun orang Timor Leste tidak boleh melintasi garis kuning yang menjadi garis batas wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan Timor Leste tanpa izin negara yang bersangkutan. Di antara garis batas kedua negara tersebut terdapat dua tugu garis pembatas yang berada di masing-masing negara. Masing-masing tugu yang didirikan pada 30 Agustus 2005 tersebut ditandatangani oleh kedua menteri luar negeri dari kedua negara. Indonesia diwakili oleh Dr. N Hassan Wirajuda dan Timor Leste ditandatangani oleh Dr. Jose Ramos-Horta.
Hmm... Gimana Gan? Banyak tempat menarik bukan di Kabupaten Belu dan Malaka "Follow Twitter Unikaneh.com di "@unikanehcom" | |
No comments:
Post a Comment